Sabtu, 01 Mei 2021

Sedekah Cerdas

 

Tengah hari itu matahari terasa sangat terik menyengat, di satu jalan arteri di sekitar kota Bengkulu, terlihat seorang nenek berumur sekitar 60tahunan, sedang memikul sebuah KINJAR, ditemanin cucu perempuannya yang berkisar umur 6 tahunan. 

Keduanya berjalan menyusuri jalan arteri itu dengan penuh harapan, walau terlihat jelas kelelahan terpancar dari wajah nenek dan cucu ini. Sekilas terlihat ada beberapa ikat jagung di dalam  KINJAR yang dibawa oleh si nenek, yang sudah mulai terlihat agak layu sepertinya sudah beberapa hari di petik. Sesekali terdengar Suara si nenek " JAAAAGGGUUUNGGG " yang di sahutin oleh suara cantik nan lembut dari cucunya.

Sekian jauh perjalanan kedua insan ini, tapi belum satu pucuk jagung pun yang berhasil mereka jual. Tibalah mereka di salah satu kawasan pertokoan yang cukup elit di wilayah Kota Bengkulu . Keduanya sudah tidak bisa menahan lelah mereka, sang nenek pun mengajak cucunya untuk beristirahat sebentar, sang nenek mengeluarkan satu buah botol air mineral yang tampak sudah diisi ulang, disisi lain sang cucu melirik minuman yang terpajang di showcase sebuah toko. Anak - anak seumur itu belum mengerti akan keadaan ekonomi sang nenek, si cucu minta di belikan minuman itu kepada sang nenek, nenek menjelaskan bahwa uang mereka tidak cukup.Tapi yang namanya anak - anak tidak mengerti akan keadaan itu Sang anak memaksa membuka pintu showcase dan mengambil minuman yang dia inginkan. yang jadi masalah ialah saat pintu showcase ditutup, mungkin karena terburu - buru hingga menyebabkan jatuhnya beberapa botol minuman plastik yang lainnya.

Sang nenek kaget bukan main melihat minuman yang jatuh dari showcase ada beberapa yang pecah dan beberapa makanan beku yang berantakan. mendengar ada keributan kecil sang pemilik toko keluar melihat minuman dagangannya berserakan pemilik toko kaget dan menanyakan apa yang terjadi kepada karyawannya, setelah mendengar penjelasan dari karyawannya pemilik toko itu menghampiri sang nenek.

"Ini Cucu nenek?" tanya pemilik toko 
"iya pak, maafkan cucu saya" timpal sang nenek
wajah pemilik toko mengerenyit entah apa yang ada dalam pikirannya saat itu.
"cucu saya juga sudah mengambil minuman dan meminumnya pak", 
sambil menunjuk ke minuman yang di pegang oleh si cucu yang sudah di minum setengahnya.
"ya sudah nek, biarkan karyawan toko yang membereskan minuman yang jatuh sekalian menghitung jumlah harga minuman yang pecah di tambah dengan minuman yang diminum sama cucu nenek". sambil memanggil salah satu karyawannya dan meninggalkan sang nenek.

Tak lama kemudian pemilik toko menghampiri sang nenek yang masih tertegun setengah tak percaya dengan apa yang terjadi. Pemilik toko menyodorkan secarik kertas yang bertuliskan Rp.13.000 seraya berkata 
"itu total minuman yang pecah nek".
Sang nenek mengambil dompet lusuhnya yang berada dalam kinjar jagungnya. Melihat sang nenek yang agak kesusahan membuka ritsleting dompet yang sudah mulai rusak, tiba - tiba pemilik toko mengambil dompet itu dan membawanya kemeja kasir, beberapa karyawan hanya terdiam melihat perlakuan pemilik toko itu. Sang nenek terlihat pasrah dan seraya berkata "dalam dompet itulah semua uang yang saya punya pak", pemilik toko hanya berlalu tak satu patah katapun yang ia ucapkan.

Sang nenek menghampiri cucunya yang dari tadi terdiam dan sedikit ketakutan dengan kejadian itu, " sini cu, lain kali dengerkan kata nenek ya, ayo kita minta maaf sama bapak tadi".
sang nenek menuju kearah kasir dimana pemilik toko yang sudah berhasil membuka dompet sang nenek. " minta maaf sana ke bapak " perintah sang nenek kepada cucunya,
"om saya minta maaf, saya tidak sengaja" ucap si cucu.
"tidak apa - apa, lain kali kamu hati - hati mudah - mudaha tidak terjadi lagi seperti ini" jawab pemilik toko.

"ini nek dompetnya, sama ini kembalian uangnya " sambil menyerahkan uang senilai 87 ribu kepada sang nenek. Sang nenek mengambil dompetnya dan uang dari sang pemilik toko, terlihat nenek akan mengatakan sesuatu, tapi sebelum Sang nenek membuka mulut sang pemilik toko mengangkat kinjar dan menanyakan berapa harga jagung sang nenek, " tiga pucuk 5 ribu pak", jawab sang nenek. pemilik toko tampak menghitung ada 10 pucuk semuanya saya ambil ya nek, 15ribu saja boleh tawar pemilik toko?, " silahkan pak, ambil saja " jawab sang nenek. begitulah kejadian saat itu yang disaksikan beberapa karyawan toko.

Pemilik toko memanggil ojeg yang mangkal tidak jauh dari tokonya, pemilik toko tampak berbincang sebentar dengan  tukang ojeg tersebut, tak lama berselang kembali menghampiri sang nenek. " nenek pulang biar diantar sama ojeg.
sang nenek hanya mengangguk, " terimaksih pak " ucap lirih sang nenek. pemilik toko hanya menganggukkan kepalanya. sang nenek dan cucupun naik ojeg dan berlalu meninggalkan toko itu

Pemilik toko melihat kepergian nenek dan cucunya sampai dengan ujung penglihatannya, setelah itu ia bergegas masuk kedalam sambil membawa jagung yang tadi dibelinya dari sang nenek.
 
Suasana toko terlihat agak riuh dengan para karyawan yang lagi tampak ngobrol serius, samar terdengar oleh pemilik toko kalau topik pembicaraan karyawannya adalah sang nenek dan cucu tadi yang melibatkan pemilik toko. melihat pemilik toko datang, para karyawan sejenak terdiam. Ditengah - tengah kesunyian yang seakan terhipnotis dengan kedatangan pemilik toko, ada suara yang cukup terdengar dewasa "kami tidak menyangka pak, bapak tega mengambil uang yang hanya senilai 13rb dari nenek tadi, jika dibandingkan dengan harta yang bapak miliki, itu tidak ada apa - apanya!" suara itu berasal dari karyawan senior yang memang sudah tidak canggung karena sudah cukup lama mengenal pemilik toko yang merupakan teman sekolahnya waktu duduk dibangku SMA.
"kamu benar kawan, tapi adakalanya kita harus menyembunyikan sikap untuk menghargai seseorang, tanpa perlu diketahui oleh orang lain" sahut pemilik toko dengan mata yang sedikit berair dan langsung berlalu masuk kedalam rumahnya.

didalam rumah terlihat istri pemilik toko yang memperhatikan dari tadi sejak awal kejadian, "untuk apa papa beli jagung ini? jagung yang kemaren kita beli masih ada pa". tanya Istrinya.
"papa lagi berbelanja dengan Allah ma"
 sambil senyum, di sambut senyuman balasan dari istrinya yang tampak mengerti dan paham dengan jawaban suaminya. sambil memberikan jagung tadi ke istrinya, kemudian ia kembali keluar rumah menuju tokonya.
didalam toko terlihat karyawan yang tadi terlihat tidak setuju dengan sikap pemilik toko di hampiri oleh kasir toko. " Andai saja bapak tau kalau sedikitpun Pak Bram tidak mengambil uang nenek tadi, bapak akan menyesali kata - kata bapak ke pak bram tadi" ujar kasir ke karyawan itu.
"dan perlu bapak tau pak bram telah memasukan uang pribadinya kedalam dompet nenek tadi sedangkan uang kembalian tadi, pak bram menukar uang kecil ke meja kasir. agar terlihat bahwa seakan - akan itu adalah benar uang nenek tadi yang di ambil."
"itulah sebabnya kenapa nenek tadi langsung disuruh pulang dan disiapkan ojeg sama bapak, agar kebaikan bapak tidak cepat disadari oleh nenek dan cucunya termasuk oleh kita." lanjut kasir.

Karyawan yang tadi agak kecewa dengan Pemilik toko dan sempat mengeluarkan kritiknya hanya tertunduk haru sambil berbicara lirih
"Ternyata Sahabatku secerdas itu untuk berurusan dengan Allah", dia membungkukkan badan ketika pemilik toko datang , karyawan itu berucap " Maafkan aku kawan ternyata aku terlalu cepat menilai sikapmu tadi.
Pemilik toko hanya tersenyum, sambil menepuk pundak karyawan sekaligus sahabatnya itu.


0 comments:

Posting Komentar